Elmira terdiam. Napasnya tercekat. > “Ya. Pernikahan kami diawali oleh kontrak. Tapi kontrak itu bukan sekadar transaksi. Di balik setiap kalimatnya ada niat baik: untuk saling membantu. Untuk saling menjaga.” > “Saya tidak ditipu. Saya yang meminta Elmira menikah dengan saya.” > “Dan selama kami menjalani pernikahan ini, saya jatuh cinta. Pada keberaniannya. Ketulusannya. Dan bagaimana dia membuat saya ingin menjadi versi terbaik dari diri saya.” > “Jadi, pada hari ini, saya nyatakan bahwa kami tidak lagi terikat kontrak. Tapi kami akan tetap menikah. Karena saya ingin tetap bersamanya—bukan karena keharusan. Tapi karena cinta.” Siaran berakhir. Elmira perlahan berbalik, menatap Malik yang masih berdiri di dekat pintu. “Aku tahu aku lambat menyadarinya,” ujar Malik liri

