Bab 32

1063 Words

Tiga hari Elmira memilih diam. Bukan karena kalah, tapi karena ia tahu: melawan Delphine secara frontal hanya akan membuatnya terlihat seperti wanita cemburuan yang tak punya kendali. Ia menghabiskan waktu memikirkan langkah. Delphine licik, tapi licik bukan berarti tak bisa dijebak. --- Pagi di Rumah – Awal Strategi Elmira duduk di meja makan, menyiapkan sarapan. Malik masih di kamar, bersiap untuk pergi. Saat ia melihat Malik keluar, Elmira tersenyum manis—senyum yang sudah lama tak ia berikan. “Sayang, nanti pulang jangan lupa bawa oleh-oleh untuk anak-anak, ya,” ucapnya dengan suara lembut. Malik sedikit kaget dengan perubahan sikap itu. “Oh… iya. Ada yang kamu mau?” Elmira menggeleng. “Nggak, yang penting kamu hati-hati di jalan.” Di dalam hatinya, ia tahu: lelaki sering kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD