Bab 14

1135 Words

Hari itu berjalan lambat untuk Elmira. Ia duduk di balik meja kerjanya, menatap tumpukan dokumen yang tersusun rapi namun terasa seperti batu besar yang menghalangi jalan pikirannya. Angka-angka, istilah marketing, grafik, dan catatan-catatan kecil dari asisten kantor membuat kepalanya berdenyut. “Apa maksudnya semua ini? Aku bahkan tak tahu harus mulai dari mana,” gerutunya pelan, menekuk alis sambil memijat pelipis. Ia memandangi layar komputer yang menyala, lalu menoleh ke arah jam di dinding. Waktu baru menunjukkan pukul 10.30 pagi, tapi rasanya seperti sudah sore. Kantuk mulai merambat, ditambah tidur malamnya yang tidak nyenyak membuat kelopak matanya berat. Ruangan itu pun cukup tenang, hanya ada suara AC dan sesekali suara pintu terbuka dari ruangan lain. Elmira menyandarkan ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD