Jam dinding di ruang kerja berdetak pelan, jarumnya menunjuk tepat pukul dua belas siang. Elmira baru sadar waktu berjalan begitu cepat saat ia masih sibuk mencatat penjelasan Malik yang mendetail. Di meja kerjanya, tumpukan dokumen yang tadi terasa menakutkan kini sudah jauh lebih masuk akal. Malik menutup berkas terakhir yang mereka bahas dan berdiri dari kursinya. “Cukup untuk hari ini,” ucapnya datar tapi tegas. “Kita lanjut lagi nanti sore kalau perlu.” Elmira menoleh kaget. “Hah? Sudah selesai?” “Jam makan siang,” jawab Malik singkat sambil merapikan jasnya. “Ayo.” Elmira berkedip bingung. “Ayo… ke mana?” “Makan siang,” Malik menoleh cepat, seolah jawaban itu seharusnya jelas. Elmira menahan napas, lalu memberanikan diri bertanya pelan. “Kamu nggak ada janji sama siapa pun

