Bab 10

1073 Words

Mobil hitam berhenti dengan pelan di depan sebuah gedung tua yang tampak terbengkalai. Cat dindingnya sudah mengelupas, jendela-jendela sebagian pecah, dan pagar besi di depannya berkarat termakan waktu. Tidak ada tanda-tanda kehidupan, hanya kesunyian dan aura gelap yang menggantung di udara. Supir pribadi Virion segera turun, lalu membuka pintu belakang dengan sikap penuh hormat. Virion turun lebih dulu, mengenakan setelan gelap dengan jas yang menjuntai elegan, auranya tetap mendominasi bahkan di tempat seperti ini. Tak lama kemudian, Liana menyusul, menyipitkan mata menatap gedung yang membuat bulu kuduknya berdiri. "Apa tempat ini?" tanyanya pelan, nada heran bercampur curiga. "Kenapa kita ada di sini?" Virion tak langsung menjawab. Ia hanya berjalan perlahan ke arah pintu masuk ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD