Liana berdiri mematung, membiarkan suara musik dan tawa para tamu di sekelilingnya mengambang tanpa makna. Napasnya tidak berat, wajahnya tetap tenang tapi dalam kepalanya, alarm bahaya berdentang kencang. Dia tahu. Dua kata itu bergaung terus menerus dalam benaknya. Elias Grant bukan sembarang pria. Ia bukan tamu biasa yang bisa dianggap remeh. Jika dia benar-benar tahu siapa Liana sebenarnya, maka semua yang ia rancang selama bertahun-tahun bisa runtuh hanya karena satu nama yang terucap. Kaylana Aurellienne Varlente Pikiran itu membuat dadanya sesak. Namun, Liana bukan wanita yang mudah goyah. Ia menarik napas pelan, mengatur ulang raut wajahnya, dan dengan tenang mengukir senyum di bibirnya. Matanya kembali menatap Elias dengan kilatan geli yang dibuat-buat. “Mungkin Anda salah

