Bab 7

1061 Words

Tiba-tiba, lampu-lampu gedung mulai diredupkan, menciptakan suasana temaram yang hangat dan romantis. Sorot lampu beralih ke arah pelaminan, tempat pasangan pengantin berdiri dengan anggun. Seorang pembawa acara melangkah ke depan dengan mikrofon di tangannya, suaranya menggema lembut namun tegas ke seluruh ruangan. “Hadirin yang terhormat, kini tibalah kita di momen yang paling dinantikan dalam setiap pernikahan. Saat untuk pertukaran cincin, simbol dari ikatan abadi yang tak terputuskan.” Hadirin mulai bertepuk tangan perlahan, sementara pengantin pria dan wanita saling memandang dengan senyum manis yang dibuat-buat terutama bagi Liana, yang tahu betul siapa Maria sebenarnya. Sementara cincin disematkan perlahan ke jari masing-masing, kamera dan sorotan tertuju penuh ke atas pelaminan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD