Tak berapa lama, mobil yang mengangkut uang tunai tersebut muncul di dekat gudang. Adi Putra memanggil dua orang kepercayaannya mendekat dan meminta mereka menurunkan isi mobil. Ia bahkan tidak memercayai siapapun selain mereka. Banyu ingin melihat isi bunker di bawah sana, tapi ia tidak ingin terlihat mencurigakan dengan meminta lebih dulu. Berapa banyak harta karun di bawah sana? Tapi, tidak terlalu penting juga. Yang penting aku sudah tahu letak dari bunker tersebut. Jelas sudah kalau Adi Putra memang menyimpan 'uang haram' nya secara tunai di rumah ini. Saat dua orang yang membawa sebagian dari uang tunai itu muncul, Adi Putra menekan sebuah tombol. Tiba tiba saja dari undakan di bawah tanah, naik sebuah plat besi yang merupakan semacam lift. Banyu mengangguk angguk. Ohh.. A

