Lelaki itu menatap Wira sambil mengangkat kedua tangannya di depan dadanya. “Saya tidak berniat jahat. Seperti yang tadi saya bilang, ada hal yang perlu dibicarakan,” terangnya. Wira menatap Ganika meminta persetujuannya. Sahabat dari Jelita itu pun mengangguk. “Kita bicara di teras saja,” Wira membuka pagar dan mengajaknya bicara di kursi teras, dekat dengan tanaman hijau yang tertata rapi di bagian depan rumah. Mereka bertiga duduk saling berhadap hadapan. Lelaki itu berdehem dan mulai bicara, “Nama saya Bagaskara. “Saya seorang penyidik.” Wira mengangguk angguk, begitupun juga Ganika. Keduanya hanya diam menantikan kelanjutan ucapannya. *** Banyu terbangun pagi itu tanpa Jelita di sisinya. Ia dengan kaget menoleh ke sisi kanan dan melihat kalau istrinya sedan

