BAB 25

1514 Words

Sore itu, Evana terduduk di depan meja rias sederhana, menatap bayangan dirinya sendiri di cermin. Ia tahu, hari ini tidak ada jalan untuk lari. Tidak ada pilihan untuk menolak. Elvano sudah mengatakan dengan tegas: sore ini mereka akan menikah. Evana memang sempat berharap masih ada mukjizat—bahwa Elvano berubah pikiran atau orangtuanya mampu melunakkan hatinya. Namun, detik jarum jam terus bergerak, tanda waktu semakin dekat. Dan saat suara deru mobil-mobil mewah berhenti di depan rumah, tubuhnya serasa kehilangan seluruh tenaga. Dari jendela, ia bisa melihat beberapa pria berpakaian hitam turun lebih dulu. Sikap mereka tegap, mata tajam, wajah tanpa senyum. Lalu, dari mobil paling depan, sosok Elvano keluar dengan gagah. Jas hitam yang membungkus tubuhnya kontras dengan sorot mata din

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD