Chapter 86

1426 Words

“Ada apa kau memanggilku ke sini?” tanya seorang pria acuh. “Jangan begitu. Bukankah dulu kita selalu bersenang-senang?” tanya Caroline sembari mengelus pundak pria itu dengan lembut. “Kau masih mengingatku? Kupikir kau sudah lupa denganku,” sindir pria tersebut. “Bagaimana aku bisa lupa denganmu? Kau satu-satunya orang yang tak akan pernah kulupakan,” ujar Caroline selembut mungkin. “Tak pernah melupakanku? Lalu bagaimana saat kau merebut Lutfi? Apa kau mengingatku saat itu?” sarkas pria itu. “Maafkan aku untuk yang itu. Waktu itu aku benar-benar sangat terdesak. Aku tidak tahu harus melakukan apa dan memutuskan untuk mendapatkannya dengan caraku sendiri,” jelas Caroline. “Tapi, bukankah sekarang aku sudah kembali? Caroline-mu sudah kembali.” “Tidak usah basa-basi. Katakan saja, apa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD