Chapter 82

1609 Words

“Katakan, Caroline. Katakan. Apa benar Ratu adalah anak Gilang?” tanya Lutfi tajam. “Katakan saja, Caroline. Katakan kalau Ratu adalah anakku. Apa lagi yang kau takutkan? Semuanya sudah jadi seperti ini. Tidak ada lagi alasanmu untuk tetap menyembunyikannya,” sahut Gilang. Selama beberapa saat, Caroline hanya mematung di tempatnya di bawah tatapan Lutfi dan Gilang. Ia bahkan bisa merasakan tekanan yang sangat kuat dari tatapan kedua pria itu. Kedua tangannya mengepal kuat. Sekarang, ia sudah sangat terpojok. Tak ada lagi cara baginya untuk melarikan diri. Jika ia tetap memaksa untuk menerobos keluar, itu sama saja dengan bunuh diri. Jadi, keputusan apa pun yang ia ambil saat ini tidak ada bedanya. Ia akan tetap hancur. “Caroline,” sahut Gilang. Mendengar itu, Caroline lantas menggelen

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD