18. Cinta Tenang

1311 Words

Zhavi tiba di rumah sekitar pukul 12 malam, dia berjalan mengendap-endap, tak mau membangunkan orang tuanya, namun tiba-tiba lampu ruang tengah menyala ketika dia hendak melangkah ke tangga. Zhavi menoleh, mendapati ibunya berdiri di dekat saklar listrik memakai daster panjang rumahan sambil bertolak pinggang. “Dari mana kamu pulang jam segini?” sungutnya. Zhavi mengatupkan bibirnya, “lembur, biasa.” “Kamu enggak pernah pulang semalam ini kalau lembur.” Zhavi menghela napas kasar, “Bu, sudah malam aku enggak mau ribut.” “Kamu masih ingat perjanjian kita kan?” “Iya ingat,” jawab Zhavi malas. “Besok kamu harus mulai lebih agresif lagi sama Davira. Dia itu perempuan baik Zhav, paling cocok sama kamu.” “Aku yang jalanin Bu,” ujar Zhavi tak mau kalah meski dia tetap tak mengeluarkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD