“Ck, capek saya bicara sama kamu!” “Sama, Mas. Aku juga capek nurutin kemauan kamu yang enggak pernah masuk akal.” Wajah muram Hans terlihat makin kentara. Ia melanjutkan perjalanan pulang menuju rumah. Suasana benar-benar sepi, hanya diisi deru mesin yang mobil yang lalu lalang. Sampai di carport pun, Hans tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Yasmin turun lebih dulu, kemudian masuk ke dalam rumah sambil menenteng paper bag yang berisi baju tadi. Pria itu mengekori, sedikit melirik barang bawaan Yasmin. “Mas Hans, Yasmin. Kalian udah pulang?” Davina menyambut dari arah halaman belakang. Ia sedang duduk sambil memeriksa beberapa pekerjaan di laptop. “Udah, Vin. Aku ke kamar dulu.” Hans langsung pergi begitu saja. Sementara Yasmin berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air