Sosok itu menunduk, sengaja memajukan wajahnya agar bisa menatap lekat ke arah wanita yang membeku di tempat, tidak bergerak sedikitpun. Ia melanjutkan dengan senyum licik di bibir. Kila refleks mendorong pria misterius yang mengaku mengenal Bundanya. "Anda ini, ya! Saya sudah bilang jangan dekati kami!" Karena suara teriakan yang keluar dari mulut gadis itu, semua fokus dan perhatian orang orang yang berada di restoran tersebut tertuju padanya. Membuat pria asing itu merasa gelisah dengan tatapan demi tatapan tajam mereka. Ia melotot pada Kila, jengah. "Kau tidak bisa santai sedikit, anak kecil?" "Dengar, aku dan wanita ini saling mengenal! Kau panggil dia Ibu? Hohoho, apa kau anak sambungnya?" Sungguh, jika Kila memiliki keberanian, ingin sekali ia tampar pria sok tahu yang mengu

