Kecurigaan Zalman.

1034 Words

Saat sampai di rumah, Zalman menyambut dengan senyuman mengembang. Pria itu memang sengaja tidak beranjak dari halaman sedari tadi. "Lho, kalian diantara Bian," tanya Zalman, melihat anak dan istrinya tidak datang seorang diri. Sebelumnya Zalman sempat curiga mobil sahabatnya itu datang tanpa pemberitahuan. Tipikal Bian yang selalu mengabari saat berkunjung, tidak biasanya datang tanpa berkata apapun padanya. Kila mengangguk dan menjawab pertanyaan dari sang Papa. "Iya, kami kebetulan mampir dan makan di resto milik Om Dokter, Pa. Lalu ditawarkan pulang bareng." "Oh, begitu?" Zalman ber'oh ria, menghampiri Bian dan menyalaminya. Berterima kasih. Zalman menawarkan Bian untuk masuk dan mampir lebih dulu, namun Dokter muda itu menolak dengan alasan harus visit ke rumah sakit. Tidak ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD