Zalman datang dengan membawa nampan berisikan segelas s**u hangat dan roti panggang. "Assalamualaikum, Sayang," bisiknya, pelan. Kaget kalau-kalau salam itu mengejutkan Ghina yang ada di dalam. Sementara wanita cantik yang masih kesulitan melepas balutan kerudung di kepalanya itu langsung mendekat ke arah Zalman. "Lho, Mas sudah selesai ngobrolnya sama Kila?" "Saya suruh dia istirahat. Sudah saya buatkan s**u hangat juga agar tidur nyenyak," tukas Zalman, sembari meletakkan bawaannya di meja dekat sofa. Menata kreasi yang ia bawa dengan senyuman lebar. "Yang ini untukmu, Sayang. Ada s**u hangat juga roti panggang, kalau misalnya kamu lapar." Ghina merasa terharu, sebab Zalman begitu perhatian dengannya. "Terima kasih banyak ya, Mas," cicitnya, pelan sekali. Ia sengaja tidak mengeras

