Membahas Lamaran Untuk Kila.

1014 Words

Ghina yang berkali-kali meminta anak-anaknya ini untuk kembali memanggilnya dengan sebutan Bunda malah mendadak terus menangis, sulit berhentinya. "Bun, udah dong. Nanti kalau disamperin sama Papa, malah dikirain kami ngapa-ngapain Bunda lagi!" rayu Kila, masih mencoba membujuk Ghina yang sibuk mengutarakan tangis bahagianya. Sembari memeluk wanita berparas cantik itu tidak bisa mengontrol emosi melankolisnya. "Allah mengabulkannya dalam satu waktu, sekaligus. Bunda tidak bisa berhenti bersyukur," cicitnya, masih samar sebab dibersamai isakan. "Betapa besar keagungan-Nya, kalau umat-Nya memasrahkan diri untuk berhijrah." Calvin ikut memberi usapan hangat di punggung belakang sang Ibu. "Kami berjanji akan berusaha menjadi anak-anak yang baik dan berbakti kepada Bunda, kedepannya." "Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD