Bab 23 - Jeritan Hilang

1132 Words

Pukul 10:00 pagi.Teras rumah Revan masih ramai penuh tawa, angin pagi sejuk berhembus pelan dari arah sawah, bawa bau tanah basah dan daun padi yang baru tumbuh. Gorengan sudah habis tinggal remah-remah di daun pisang, gelas teh kosong berderet, cerita konyol Dika masih berlanjut dengan gaya ciri khas Dika—tangan gerak-gerak lebay, muka polos tapi mata jail, suara keras tapi lucu bikin semua ikut goyang-goyang ketawa.Revan duduk di bangku, kaos panjang nutupin badan, muka masih agak merah ingat insiden pagi tadi, tapi sudah ikut ketawa kecil sambil minum teh. Pegal ronda malam masih terasa di pundak, tapi tawa teman bikin capeknya pelan hilang.Dika selonjor, tangan gerak-gerak lebar kayak lagi cerita di panggung dangdut. “Eh eh, lo pada bayangin nggak, kalau gue pagi-pagi gini kayak Revan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD