"Besok, para Don ingin bertemu denganmu." Luciano menatap wajah sahabatnya itu yang tengah melamun. Terkejut, Armand tanpa sadar menunduk lemas. Baiklah, ia sudah tahu kalau hal ini pasti akan terjadi setelah pertikaiannya dengan Vladimir Moretti. Tidak, lebih tepatnya setelah pria itu menghancurkan beberapa usahanya dan membuat takut para Don di wilayah Italia Selatan. "Jam berapa?" tanyanya dengan nada lelah. Luciano menjawab santai, "pada jam makan siang. Jangan khawatir, aku akan pergi bersamamu." Sejenak, pria ini lagi-lagi memperhatikan wajah Armand. Dan setelah beberapa saat, ia pun menepuk pundak sahabatnya itu. "Kau harus segera beristirahat, agar bisa menghadapi pertempuran besok," ujarnya. "Kau pasti mengerti apa yang ingin kukatakan, bukan? Besok kau bukan bertempur deng

