"Tolong beri aku waktu, selamat malam." Tak lama, pintu kamar itupun ditutup oleh Victoria. Armand masih berdiri di tempatnya, enggan beranjak. Dengan tatapan lurus ke daun pintu. Terus bertanya dalam hati, salahkah jika ia mempertahankan istrinya yang tampak tak peduli sama sekali padanya? Mungkinkah ini adalah balasan yang pantas ia terima karena telah memperlakukan Victoria dengan buruk selama ini? Setelah cukup lama termangu, ia menoleh pada Marco yang baru saja menghampiri dirinya. "Ada kamar kosong di sebelah yang telah dipersiapkan untukmu," katanya pada tangan kanannya itu sambil menunjuk pintu kamar yang berada di sebelah kanan kamar yang Victoria tempati. "Kau bisa beristirahat di sana, tapi ... selalu pasang telingamu, Marco. Setiap kali dia membutuhkanmu kau harus memenuhi

