“Wiro, rumah ini milik Hana, dia satu-satunya pewaris mas Widi!” ujar Nayla menegaskan. “Itu kalau mas Widi masih ada, tapi mas Widi sudah tidak ada. Jadi, rumah ini sekarang milik kami: aku, Mira dan Maya.” Ujar Wiro melangkah masuk. “Bukan kah rumah ini sudah di beli oleh Mas Widi?” cecer Nayla mengikuti Wiro dari belakang. “Iya, rumah ini memang sudah dibeli oleh mas Widi, tapi, sertifikat rumah ini masih atas nama papa,” Nayla diam, matanya lekat menatap Wiro. Sesaat kemudian ia bergegas ke kamar, mengecek kebenaran ucapan Wiro. Dibongkarnya brangkas tempat Wiro menyimpan dokumen penting, tapi sertifikat rumah itu tidak ada di sana. Sejenak Nayla menghela napas, sepertinya dia memang harus meninggalkan rumah itu. Nayla bergegas keluar kamar saat mendengar ada mobil yang masuk ke h

