S2. Mangga Depok

1084 Words

Jakarta baru saja mematikan lampu-lampu kantornya, menyisakan kerlap-kerlip lampu jalanan yang nampak selayaknya butiran berlian yang tumpah di atas aspal hitam. Di dalam griya tawang berlantai 75, keheningan malam itu terasa begitu intim. Namun, kedamaian itu pecah saat Indari tiba-tiba terduduk di atas ranjang king size mereka. Matanya yang biasanya teduh kini nampak gelisah. Di sampingnya, Radika yang sejak mengetahui kehamilan Indari tidur dengan tingkat kewaspadaan tinggi langsung terbangun hanya karena gerakan kecil itu. "Ada apa, Sayang? Perutmu sakit? Atau kamu merasa mual lagi?" tanya Radika beruntun, tangannya secara refleks mencari minyak kayu putih di atas nakas. Indari menoleh, bibirnya sedikit mengerucut. "Mas ... aku tiba-tiba ingin sesuatu." Radika menghela napas leg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD