“Lea.” Dimas memanggil Alea sekali lagi. Gadis muda itu terlihat sedikit meragu untuk menerima tawarannya. “Emm ... iya deh. Sampe halte aja ya,” ucap Alea yang merasa tidak enak pada Dimas. Dimas pun tersenyum. “Ayo buruan. Ketinggalan bis loh ntar.” Alea pun segera mendatangi Dimas dengan motor besarnya. Dia segera naik ke atas motor berjok tinggi itu. Tapi kali ini Alea duduk menyamping, karena dia tidak memakai celana panjang dan juga jarak yang dekat. “Pagangan, Lea,” ucap Dimas setelah Alea naik. Tidak ingin membuat Dimas salah paham, Alea hanya menegang pundak Dimas. Lagi pula dia juga sudah punya pacar, tidak mungkin dia memeluk pria lain. Dimas menyeringai. “Waduh, kok kayak tukang ojek gw ya,” sindir Dimas. “Hehehe ... yuk ah cepetan,” jawab Alea tidak mengindahkan sindi

