22. Berkas

984 Words

"... Ada seseorang yang mengendap masuk ke rumah." Steve melepas earplug dari kedua telinga, fokus mendengarkan suara di luar. Farel memerhatikan kamar Steve, lalu mengambil pemukul bisbol di sudut kamar lelaki itu, tampak bersiap-siap. Riani bergerak ke dekat Steve, mencoba mendengar pula. Lila memeluk keripik kentangnya, menatap Steve penuh perhatian. Ares berdiri, berkata, "Ayo kita lihat tamu tak diundang ini." Farel mengambil ponselnya, mencoba menghubungi pengawal yang bertugas menjaga Lila, tapi nomor pria itu tidak aktif. "Jangan keluar dulu sebelum tahu situasinya," bantah Riani. "Itu sama kayak ke medan perang tapi nggak tahu siapa musuhnya." "Orang itu keburu kabur saat kita tahu situasinya," balas Ares. Riani mengernyit, bersedekap. "Apa kamu mau berdebat sekarang?" A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD