43. Anugerah Terindah.

1800 Words

"Tambah lagi ikannya, Mas?" ujar Padma saat melihat lauk Tirta sudah habis. Sementara nasinya masih banyak. "Boleh, Ma. Ikan mas arsiknya enak sekali. Rasa andaliman dan asam cikalanya juga seger banget." Tirta dengan semangat menyeruput kuah kuning yang pedas, asam dan sedikit getir itu dengan nikmat. Aroma bumbu ikan mas arsik yang sangat kuat ini, memang menjadi lauk kesukaannya. Tanpa banyak bicara, Padma menyendokkan sepotong ikan berikut kuah kuningnya. Padma diam saja bukan tanpa alasan. Entah mengapa hari ini ia terus mual saat memasak. Mencium aroma bumbu arsik yang biasanya membuatnya berliur, kini malah membuatnya mual. Ia sudah muntah beberapa kali, saat memasak tadi. "Ini... Mas." Karena menahan mual, Padma berkeringat dingin. "Aku ke belakang dulu ya?" Padma berlari ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD