Karan berpikir cepat. Lokasi meeting di kafe dekat Senopati. Berangkat sekarang, butuh waktu... 15 menit cukup kalau ngebut! Lalu, dengan napas dalam, dia mengangkat telepon yang masih berdering, mengatur nada suaranya agar terdengar sesantai mungkin. “Halo, Bu Lita? Maaf, saya sedang terjebak macet yang agak parah di sekitaran Gatot Subroto. Tolong ditunggu sebentar lagi, ya, saya akan sampai. Lebih dari itu, mungkin kita bisa bicarakan bonus atau added value untuk kompensasi keterlambatan saya nanti,” ucap Karan dengan suara meyakinkan, meski jantungnya berdebar kencang. Dia tahu membatalkan janji ini akan sangat merusak reputasinya di mata klien besar itu. “Macet ya?” Suara Bu Lita di seberang terdengar datar, namun tidak marah. “Baik, kami bisa toleransi itu. Tapi kami mohon tidak ad

