Eps. 16 Bangun Kesiangan

1402 Words

Rainer baru saja keluar dari dapur dengan membawa semangkuk mie instan yang masih mengepulkan uap panas. Dia dengan hati-hati menaruhnya di meja kerja dekat laptopnya yang terbuka. “Saatnya bekerja sambil makan,” gumamnya, mencoba membangkitkan semangat meski tubuhnya lelah. Tak lama, Adrian masuk ke ruang tengah membawa secangkir cappuccino buatannya sendiri. “Nih, buat temen kerja malam,” ujarnya sambil meletakkan cangkir di samping mangkuk Rainer, lalu duduk di sofa sebelahnya. Setelah menyesap kopinya, tiba-tiba Adrian teringat. “Rain, kamu ada titipan dari Tante Sari nggak tadi? Jam tangan Ayah?” “Titipan?” Rainer menoleh, sumpit di tangan berhenti sejenak. Otaknya bekerja cepat. “Oh, jam tangan ayah? Iya, tadi Karan yang kasih.” “Di mana sekarang jamnya?” tanya Adrian, sudah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD