Eps. 22 Mimpi Ngawur

1323 Words

Karan tak membuang waktu lagi dan masuk ke mobilnya. Sepanjang perjalanan, dia masih menggerutu. “Kakak apanya? Baru bantu sekali langsung nganggap-nganggap aku adik? Entah gimana cara mikirnya,” umpatnya sambil menggeleng-geleng kepala. Tapi di balik gerutuan itu, ada rasa aneh, bukan kesal murni, lebih seperti bingung menghadapi perubahan sikap Rainer yang tiba-tiba. Mobilnya kemudian tiba di rumah. Begitu masuk, dia melihat Sari sedang sibuk memasukkan pakaian dan barang-barang ke dalam kardus besar di ruang tamu. “Kar, kamu udah datang? Pas banget. Sekarang ikut Ibu packing barang-barang kamu,” seru Sari tanpa melihat, tangannya masih sibuk melipat sehelai blouse. Alis Karan naik sebelah. “Packing? Untuk pindahan maksud Ibu? Memang apartemennya udah dibeli?” “Masih dalam proses,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD