Eps. 11 Debat Kusir

1345 Words

Sari kembali cepat dengan membawa paket terbungkus rapi. “Ini, Rainer. Maaf ya, Tante harus ngerepotin kamu, tapi terima kasih sudah mau bantu Tante.” “Ya, Tante. Tak apa,” jawab Rainer, menerima paket itu. Matanya cepat membaca alamat yang tertempel di label. Studio di Senopati lumayan dekat. Setidaknya, ini akan cepat selesai. “Permisi, Tante. Ini aku antar dulu biar cepat sampai,” ucapnya, sudah siap berbalik. Namun, Sari belum selesai. Dia menoleh ke Karan, yang masih berdiri seperti patung dengan kardus undangan di tangan. “Karan, kenapa kamu masih di sini?” Mata Karan melebar seketika. “Maksud Ibu?” “Kamu juga harus ikut. Temani Rainer. Kamu kan perwakilan ibu. Jadi kamu juga harus menemani dan menyerahkan paket ini sendiri nanti pada pemesannya,” ujar Sari dengan logika yang ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD