Eps. 14 Tidak Sefrekuensi

1415 Words

Rainer fokus menatap spreadsheet di layar laptopnya, jarinya cepat mengetik analisis data kampanye terbaru. Tak terasa, cahaya matahari dari jendela kantor berangsur memudar, digantikan oleh lampu neon. Di sekelilingnya, rekan-rekan sekerja mulai bersiap pulang, mengucapkan selamat tinggal. “Rain, kamu belum pulang? Lembur lagi atau mau pulang?” tanya Beni, rekan satu timnya, sambil memakai jaket. Rainer melihat jam di sudut layar. “Pulang dong, buat apa lembur? Data utamanya udah kelar,” jawabnya sambil mulai menutup laptop dan mengemas barang-barangnya ke dalam tas kerja. Beni menyeringai. “Kali aja kamu betah di sini, kan karena kamu nggak punya pacar. Biasanya yang punya pacar tuh, udah sore dikit ditelepon mulu, 'Sayang, pulang yuk, kita makan di tempat baru itu,' atau diajak jalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD