BAB 23

1433 Words

“Kecap inggris, kecap manis, kecap ikan, kecap asin, saus tiram, saos tomat, saos cabai ...” Aku membaca daftar panjang di secarik kertas lusuh itu dengan kening berkerut dalam. Ibu memberikan mandat ini tepat saat aku sedang asyik-asyiknya tenggelam dalam drama Korea di kamar—sebuah pelarian yang kupilih untuk mengusir sisa-sisa sesak setelah badai pengkhianatan Huda. Namun, Ibu sepertinya punya teori psikologi sendiri yang cukup menyebalkan, beliau mengira diamnya aku di kamar adalah bentuk ratapan nasib yang menyedihkan, sebuah fase depresi yang harus segera diintervensi dengan kesibukan rumah tangga. Berulang kali aku menjelaskan pada Ibu bahwa aku sudah tidak galau lagi—setidaknya kadar sedihku sudah jauh berkurang sejak insiden di kantor kemarin—tapi bukannya percaya, Ibu dan Ayah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD