BAB 22

1145 Words

“Nggak apa-apa, Dit. Banyak orang yang salah sangka terhadap saya, kamu bukan orang pertama yang berpikiran seperti ini. Biasanya saya tidak mau bersusah payah menjelaskan. Tapi kamu adalah pengecualian.” Aku mengerjap, mencoba mencerna kata terakhir yang meluncur dari bibir pria di hadapanku. “Hah? Pengecualian?” ulangku dengan nada yang sedikit bodoh. “Iya, pengecualian. Untuk pertama kalinya saya ingin terlihat baik dan mengesankan di depan orang lain, tapi jatuhnya saya justru terlihat menyebalkan untukmu.” Sorot mata yang biasanya membuatku ciut dan kehilangan nyali itu kini menatapku dengan begitu lekat. Pak Baskara seolah sedang mematri pandanganku agar terus membalas tatapannya, memaksaku untuk melihat keseriusan di balik kalimatnya yang tidak biasa. Selama ini, selalu ada meja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD