BAB 16

1255 Words

“Ooooh, jadi begini ya kelakuan kamu di belakang Huda, Dit. Nggak nyangka saya kamu tega selingkuhin Huda. Saya kira kamu perempuan baik-baik.” Secara kompak, aku dan Pak Baskara menoleh ke arah sumber suara yang baru saja menciptakan kegaduhan di depot bubur ayam yang semula tenang ini. Pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah sosok wanita paruh baya yang sudah sangat kukenal. Sosok yang selama tujuh tahun ini selalu menyambutku dengan pelukan hangat setiap kali aku berkunjung ke rumahnya. Namun pagi ini, pandangan itu berubah total. Tidak ada lagi sorot keibuan yang penuh kasih sayang. Bu Murtini—ibunya Huda—kini menatapku dengan mata nyalang yang dipenuhi kebencian murni. Entah ke mana perginya sikap santun yang selama ini beliau tunjukkan, karena tanpa aba-aba, beliau langsung men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD