“Saya cuma mengantisipasi, Nandita. Tapi ya syukurlah kalau sekarang kamu sudah sadar. Biar kamu nggak cuma bisa lihat pacarmu saja, mulai sekarang kamu harus bisa lihat orang-orang yang ada di sekeliling kamu juga dong. Kecintaan sama orang kayak begitu sampai bikin orang-orang yang jelas-jelas tertarik sama kamu jadi kelihatan buram.” Aku mencibir pelan, meski jauh di lubuk hatiku, aku tahu apa yang dikatakan Pak Baskara adalah kebenaran yang pahit. Selama tujuh tahun ini, aku memang seperti memakai kacamata kuda. Pandanganku lurus, hanya tertuju pada satu titik bernama Huda. Aku memberikan seluruh stok cinta, kesabaran, dan kepercayaan yang aku miliki hanya untuknya. Aku menjaga hatiku rapat-rapat, menjaga jarak dengan pria lain demi sebuah label kesetiaan yang kuanggap suci. Aku berha

