"Tante, Tante Nandita! Nanti siang Mikha mau diajak Kakek ke sawah buat lihat traktor!" Suara cempreng nan antusias itu sudah menyambutku bahkan sebelum aku sempat mendudukkan diri dengan sempurna di jok depan mobil SUV perak milik Pak Baskara. Mikha, bocah perempuan yang tiga minggu terakhir ini menjadi pusat semesta di rumahku, tampak melompat-lompat kecil di kursi belakang. Rambut kuncir duanya bergoyang seiring dengan semangatnya yang meluap-luap menceritakan rencana besarnya bersama Bapak. Aku menoleh ke belakang, memberikan senyum terbaikku yang otomatis terbit setiap kali melihat wajah tulus itu. "Oh ya? Seru banget dong! Mikha sudah bawa topi belum? Nanti panas lho di sawah." Sudah tiga minggu penuh Mikha resmi menjadi penghuni harian di rumahku. Kehadirannya seolah menjadi oase

