BAB 26

1200 Words

“Jangan sok akrab dengan keluarga Pak Camat, Mbak. Anda itu tidak pantas untuk berharap menjadi Ibu sambung Mikha.” Kalimat itu terngiang, tajam dan menusuk. Aku menghentikan langkahku seketika. Mikha dan Pak Baskara sudah lebih dahulu melangkah masuk ke dalam rumah dengan desain khas Jawa yang memiliki halaman lebar dan asri ini. Mereka meninggalkanku berdua dengan asisten rumah tangga yang ternyata bermuka dua dan munafik, persis seperti dugaanku sejak di supermarket tadi. Di rumah, Ibu juga mempunyai seseorang yang membantu pekerjaan domestik, tapi tidak ada yang bersikap lancang seperti Mbok Jum ini. Aku tidak tahu apa yang membuat wanita ini merasa begitu berani berkata sedemikian rupa terhadap tamu dari tuan rumah tempatnya bekerja. Ini bukan sekadar masalah ketersinggungan, tapi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD