BAB 28

1287 Words

“Mas Baskara ... Ajeng ...” Perempuan garang yang beberapa menit lalu menantangku dengan wajah sombong seakan dia pemilik tunggal dunia ini, seketika menciut. Ia tampak seperti pesakitan saat Pak Baskara mengintimidasinya dengan tatapan tajam yang menghunus. Sungguh, aku tidak pernah membayangkan jika pria yang biasanya kaku dan otoriter di kantor ini bisa berkali-kali lipat lebih mengerikan saat murka di rumahnya sendiri. Bulu kudukku meremang. Aku bisa merasakan aura dingin yang mematikan dari sosok Pak Baskara. Ia bukan tipe ayah yang anti-kritik terhadap anaknya, ia tidak akan mempermasalahkan jika Mikha ditegur karena kesalahan. Namun, ketika ada orang lain yang sudah menjurus ke arah menyakiti—baik fisik maupun mental—terhadap putri kecil yang ia jaga sepenuh hati, Pak Baskara tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD