Dua hari berlalu begitu cepat, pernikahan yang sudah di tentukan akan berlangsung empat hari lagi dan selama dua hari ini Alisya mdih mendiamkan Gerald, tentu saja Alisya merasa ngeri saat memikirkan Gerald sudah membunuh seseorang tanpa rasa kasihan, Alisya menjadi ragu dan takut, takut jika Gerald akan bersikap tak berperikemanusiaan saat dengannya nanti. "Mbak, waktunya minum obat." Suara Citra yang mengetuk pintu dari luar membuat Alisya membuka matanya, dan menatap kosong ke arah depan. "Masuk Cit." Teriak Alisya dari dalam yang langsung saja membuat Citra membuka pintunya dan berjalan untuk menghampiri Alisya yang duduk di atas ranjang. Seperti apa yang di anjurkan dokter, Alisya memilih untuk istirahat di atas ranjang dan tak beranjak sedikitpun kecuali ke kamar mandi. "Mbak, su