"Cha, leher lu kenapa merah-merah?" tanya Nadisa. "Bukan merah kaya ungu gitu," timpal Linda. Tanisha langsung menutupi lehernya, dengan jaket. Dia lupa menutupi bekas kissmark-nya gara-gara Sabda. "Lu kenapa? Jangan-jangan leher lu—" "Nyamuk, iya ini gara-gara nyamuk. Pas waktu gua berteduh, anjir nyamuknya bertaring semua, habis leher gua!" jelas Tanisha, berharap mereka percaya. Nadisa dan Linda ternganga mendengar penjelasan Tanisha, tentang nyamuk bertaring. "Serius? Nyamuknya bertaring? Sakit gak Cha pas di gigit?" tanya Linda penasaran. Bodohnya ternyata mereka percaya ucapan Tanisha. "Iya berdarah dong, mana-mana liat gua!" kata Nadisa yang berusaha ingin melihat bekas cipokan nyamuk bertaring di leher Tanisha. Tanisha yang belum siap dengan gerakan Nadisa pun, tidak bisa me

