"Jadi kamu perlu bukti?" tanya Tanisha dengan wajah menantang. "Jelas, aku perlu bukti kalau pria tua ini adalah pacar kamu!" tantang Dimas. Sabda tidak terima kalau dia di sebut pria tua. Walaupun memang umurnya tidak muda lagi, tapi staminanya jangan di ragukan lagi. "Enak saja kamu bilang sa—" Cup! Sebuah benda lembut, manis, kenyal kini sedang menyentuh bibirnya. Sabda terdiam terpaku, seolah waktu ikut terhenti, hembusan napasnya pun ikut tertahan dengan lamanya bibir lembut itu menempel di bibirnya. Pikirannya sudah tidak bisa jernih lagi, Tanisha anak dari sahabatnya kini mengambil first kiss-nya. Mata Tanisha terpejam, seolah ikut terbawa suasana saat menikmati bibir Sabda yang sedikit lebih tebal darinya. Sayangnya Tanisha menyudahi ciumannya, wajahnya sedikit menjauh da

