Selamat membaca Keesokan harinya. "Aku berangkat kerja dulu, ya," pamit Sultan kepada Ajeng yang masih menghabiskan sarapannya. "Hem." Ajeng hanya berdehem, tanpa melihat ke arah Sultan. Sultan menghela napas berat. "Ajeng," panggil Sultan pelan. "Hem." "Kamu nggak nyium tangan aku?" tanya Sultan hati-hati. Ajeng menoleh ke arah Sultan dengan tatapan sinis. "Harus banget?" "Bukannya dulu kamu nggak mau tangannya aku cium?" tanya Ajeng dengan nada menyindir. Tatapan Sultan melemah. Rasa bersalah mulai menjalar ke seluruh perasaannya. "Maaf, waktu itu aku terlalu kekanak-kanakan," ucapnya lesu. Ajeng hanya menatap Sultan datar. "Udah lah, aku males ngomongin ini. Pagi-pagi udah ngajak ribut aja," ucapnya ketus sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing. Sultan menatap Ajen