Bab 52

1128 Words

Suasana kantor kembali sibuk seperti biasa, namun Dimas sudah datang lebih awal dan duduk di ruangannya dengan wajah serius. Dimas mulai sibuk dengan pekerjaannya yang tertunda selama dua minggu ini. Pintu diketuk tiga kali. “Masuk,” ucap Dimas tanpa mengalihkan pandangannya dari berkas di mejanya. Raka masuk sambil membawa sebuah map tebal dan tablet di tangan. Wajahnya tampak tegang namun penuh kesiapan. “Pak,” katanya sambil menaruh map tersebut di atas meja. “Saya sudah mengumpulkan semua informasi yang Bapak butuhkan. Semuanya sudah diverifikasi tiga kali.” Dimas meletakkan penanya dan fokus penuh. “Baik. Tunjukkan.” Raka menyalakan tabletnya dan memulai dengan rekaman CCTV pertama. Video itu memperlihatkan Bella, dengan wajah marah, menampar seorang pegawai perempuan hingga ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD