Ruangan luas dengan dekorasi elegan serta mewah itu di selimuti hawa dingin dari AC. Di seberang sana terdapat satu rak penuh dengan buku fantasy, sementara sebelahnya terdepat jendela besar yang ditutupi gorden abu-abu. Di sinilah Juan menunggu. Duduk di sofa yang menghadap langsung ke arah ranjang besar dengan selimut berwarna biru gelap. Di sana terbaring tenang wanita muda yang baru saja berada dalam mimpinya karena tidak tidur sedari tadi malam. Wanita itu adalah Ajeng. Dia rela menunggu bersama buku-bukunya hanya untuk kepulangan seorang pria yang bahkan menggandeng wanita lain ke rumah. Juan berdecih sinis karena telah menjadi saksi penantian wanita itu. Laki-laki itu menghembuskan nafasnya. Terasa lelah bercampur prihatin itu ia tujukan pada anak majikannya. Yang perlahan mulai

