Telepon berdering memenuhi ruangan. Gema dengan sigap mengecek lalu menerimanya. Berbicaa sebentar dan kembali mentap Ajeng. "Aku harus ke kantor lagi sih habis ini. Kamu nggak papa kan?" Meski terasa singkat, wanita itu hanya tersenyum mengiyakan. "Hati-hati yah." Ujarnya. Ia lalu bangkit dari kasurnya sambil mendorong tiang infusnya. Mengantar kepergian Gema ke luar. Laki-laki itu lalu memanggil salah satu pelayan. "Tolong bilang sama Tari kalau saya ke kantor yah." Perintahnya lalu segera melenggang dari sana dan masuk ke dalam mobilnya. Setelah memastikan bahwa Gema sudah pergi, Ajeng dengan cepat mengehentikan pelayan itu. "Biar saya aja yang bilang, kamu lanjutin kerja aja." Tegurnya. Karena tidak punya pilihan lain, pelayan itu pun hanya mampu mengangguk dengan patuh. Sete

