Setidaknya sudah sekitar 2 hari setelah kedatangan Pak Arya ke rumah ini. Kini saatnya laki-laki itu untuk pergi dari sana. Kini sudah pukul 3 sore. Lagi-lagi para pelayan membungkuk hormat di belakang sementara Ajeng dan Gema berdiri di depan sambil bergandengan tangan mesra. Ajeng maju memeluk dengan hangat. "Pah, sering-sering ke sini yah nengok Ajeng." Uapnya manja. "Iya, nanti Papah ke sini lagi. Ingat loh, pas Papah ke sini kamu harus udah isi." Ajeng hanya tertawa canggung. "Iya Pah, nanti usahain." "Honeymoon kalau perlu, jangan di rumah aja." "Iya Pah." "Kalau kamu perlu dokter kandungan buat promil biar Papah yang urus. Kamu diam aja." Sekali lagi Ajeng tersenyum. "Iya Pah," Otot pipinya seolah sudah kaku di apksa tersenyum terus menerus. Kini giliran Gema yang ma

