Pak Arya berjalan ke dapur di temani Pelayan bernama Sila di sampingnya. Sesekali ia melirik menatap lamat-lamat wajah pelayan itu. Saat situasi dapur sedang kosong, laki-laki itu mendekat dengan waspada. "Hubungan Gema sama Ajeng di rumah ini gimana?" Sila menengok sekitar terlebih dahulu. "Pak Gema bawa perempuan lain ke rumah." Benar. Sila adalah pelayan yang di kirim sebagai mata-mata oleh Pak Arya. Melalui rekrutmen pembantu yang di adakan oleh Ajeng tanpa wanita itu sadari. "Namanya Tari, mantan pak Gema." Ingatan Pak Arya melayang ke satu tahun yang lalu. Saat perjodohan antara Gema dan Ajeng di tetapkan. Saat ia mengurusi kekasih anaknya itu, Tari. Pak arya mengusap kasar rambutnya yang sedikit beruban itu kebelakang. "Gimana respon Ajeng?" "Parah Pak. Awalnya Bu Ajen

