Bukan Orang Ketiga | Bab 28

1100 Words

Tari menatap sinis ke arah Juan. Bagaimana bisa laki-laki itu mengajarkan nya soal perasaan. "Kamu nggak pantes ngomong gitu." Bisiknya dingin. "Kenapa? Karena apa pun yang Ajeng rasain sama Gema, kamu tetep jadi orang yang paling sakit kan?." Tudingnya. Ia tersenyum kecil. Juan pikir dia sudah menyembunyikan perasaannya dengan rapat. Tapi laki-laki itu tidak tau. Satu-satunya orang yang tidak sadar akan hal itu hanya Ajeng sendiri yang masih denial. Tari kembali mendekat ke telinga laki-laki itu meski harus berjinjit kecil. "Semua orang tau Juan. Cuman orang bodoh yang nggak sadar." Rahang Juan mengeras. Dia membalikkan pandangannya dan pergi beberapa jarak dari Tari. Melihat itu membuat Tari berdecih dalam hati. Setelah itu Pak Arya masuk ke kamar tamu dengan kondisi kelelahan. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD