"Maksudnya apa sih?" Ajeng menyernyitkan dahinya bingung. Kurang mampu menahami perasaan laki-laki itu sepenuhnya. Juan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Menatap diam wajah wanita yang sedang duduk di kursi kerjanya dengan santai. "Ibu udah baca artikel soal Ibu?" Jadi laki-laki itu memilih mengalihkan topik, dibandingkan harus menjelaskan apa yang ia rasakan sejak dulu. Lagipula wanita itu tidak akan peka sama sekali. Ajeng menghembuskan nafasnya. "Ngapain? Meskipun udah di filter sama Tante Hera, tetep aja komenan nya bakal nyudutin aku." "Karena sebenernya Ibu bakal tetep kena negatifnya kan dari rencana ini?" Wanita itu mengangguk pelan. "Aku tetep di cap istri buangan sih, jadinya harga saham yayasan mulai anjlok. Tapi bagusnya suaminya Tante Hera mulai beli leb

