44. Merasa Direndahkan

1126 Words

Amel terbangun tengah malam. Rasa haus menyerang dirinya, lalu menatap ke samping. Hana— gadis tersebut masih memejamkan matanya dan tertidur dengan nyenyak di sampingnya. Amel turun dari atas ranjang perlahan. Takut membangunkan Hana. Amel membuka pintu kamar perlahan, lalu kembali menatap ke belakang. Amel tersenyum tipis, lalu berjalan menuju dapur. Langkah kaki Amel terhenti. Di depan sana, Hansel— lelaki yang menjadi suaminya itu. Sedang duduk di meja makan sambil memakan satu mangkuk mie? Hansel memakan mie? Amel mengingat lelaki itu tadi tidak makan. Dan malah sekarang dia makan mie. “Kenapa kau berdiri saja disitu? Kau mau apa?” Tubuh Amel menegang mendengar pertanyaan dari Hansel. Lalu menggeleng pelan. “Pak, kenapa Pak Hansel makan mie? Tidak enak, Pak. Lebih baik saya gore

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD